Etamnews.com – Penajam. Ditengah maraknya isu premanisme di Indonesia dimana beberapa Pemerintah Daerah sudah membentuk Satgas Anti Premanisme, bahkan Kapolri Listyo SIgit pun telah menghimbau kepada seluruh Masyarakat Indonesia agar jika terjadi aksi premanisme segera melapor kepada pihak kepolisian.
Pembentukan Satgas Anti Premanisme dan himbauan Kapolri tersebut ternyata tidak membuat aksi premanisme hilang, bahkan aksi premanisme tersebut masih terus terjadi diberbagai tempat, salah satunya seperti yang dialami oleh seorang pemuda bernama Khairul, warga Penajam Paser Utara mengalami tindak kekerasan yang dilakukan oleh beberapa orang preman.
Kepada media ini, Khairul menerangkan bahwa sekitar pukul 09.50 Wita, ia dihadang tiga orang preman yang salah satunya diketahui bernama Iwan Camme’ (pelaku).
Kejadian bermula ketika Khairul sedang berada di kantor Dinas PUPR, ketika Khairul hendak keluar kantor tiba-tiba ia dihadang oleh Iwan Camme’ bersama dua orang rekannya, namun diakui oleh Khairul yang melakukan aksi pemukulan itu hanya Iwan Camme’ seorang.
“Jadi sekitar jam 09.50 Wita, saya berada di kantor PU dan sedang membuka HP saya , tiba-tiba datang Iwan Camme’ dan langsung memukul saya, saya bertanya apa masalahnya sampai dia memukul saya, tapi tidak dijawab, tadinya saya mau melawan, tapi karena saya sendirian dan kalau saya melawan khawatir nanti malah dikeroyok jadi saya diam saja tidak melawan,” ungkap khairul.
Kahirul menambahkan, “Setelah kejadian itu saya langsung minta rekaman CCTV dan saya bawa ke Polres untuk melapor, karena bagi saya, lebih baik saya melapor kepada pihak kepolisian daripada harus berkelahi,” ujarnya menambahkan.
Berdasarkan hasil rekaman CCTV yang kami terima dari Korban, terlihat dengan sangat jelas peristiwa pemukulan tersebut, dimana pelaku bersama dua orang rekannya langsung menghampiri korban dan melayangkan pemukulan beberapa kali, terlihat juga dalam rekaman CCTV tersebut korban tidak melakukan perlawanan sama sekali.
Setelah melangsungkan aksinya, pelaku bersama dua orang rekannya pergi begitu saja meninggalkan korban tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Rekaman CCTV, aksi premanisme di kantor PU Penajam Paser Utara, terlihat korban berbaju putih bernama Khairul mendapatkan tindak kekerasan oleh seseorang yang diketahui bernama Iwan Camme’
Usai mengalami peristiwa tidak menyenangkan tersebut, Khairul langsung menuju kantor polisi untuk menyampaikan laporan terhadap aksi premanisme yang dialaminya. Saat ini kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian Penajam Paser Utara.
Wakil Ketua DPRD Penajam Paser Utara, H. Syahruddin M Noor, ketika dikonfirmasi terkait maraknya aksi premanisme menyatakan, bahwa dirinya sangat mengutuk setiap aksi premanisme, sebab hal itu dapat menimbulkan rasa tidak aman ditengah masyarakat. Jasa Facebook Ads jasa buat website company profile
“Ya, saya kira tidak ada tempat untuk aksi premanisme dinegeri ini, karena itu saya sangat mendukung pernyataan Kapolri, agar kalau ada masyarakat yang menjadi korban premanisme harus segera lapor kepada pihak berwajib, dan memang negara berkewajiban untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, untuk itu premanisme harus diberantas,” Tukasnya.(red.hai)
![]()










